Posts

Diet Mulai Senin Terus? Ini Penyebab Kamu Susah Konsisten

1. Tubuh Kita Memang Didesain untuk Lapar Secara biologis, tubuh manusia itu sangat pintar, tapi kadang pintarnya tidak tepat waktu. Nenek moyang kita dulu hidup di zaman susah makan. Jadi, otak kita diprogram untuk menyimpan lemak sebanyak-banyaknya sebagai cadangan energi. Hormon Ghrelin yang Cerewet: Ini adalah hormon lapar. Saat kamu diet ketat, hormon ini justru melonjak, menyuruh otakmu untuk terus mencari makan. Penurunan Hormon Leptin: Ini hormon yang kasih tahu kalau kita sudah kenyang. Pas diet, hormon ini sering drop, jadi kita merasa tidak kenyang-kenyang. Mode Bertahan Hidup: Saat kalori dipangkas drastis, tubuh berpikir kamu lagi kelaparan di tengah hutan, jadi metabolisme malah melambat. 2. Lingkungan yang "Beracun" (Food Environment) Kita hidup di dunia di mana makanan enak ada di mana-mana. Coba buka HP, scroll sebentar, pasti ada iklan makanan. Jalan keluar rumah sedikit, aroma ayam goreng sudah tercium. Akses Makanan Cepat Saji Terlalu Mudah: Pesan maka...

Diet Ketat Bukan Jalan Pintas: Risiko Kesehatan di Balik Turunnya Berat Badan Instan

 Punya tubuh ideal memang impian hampir semua orang. Saya pun pernah berada di posisi itu: bercermin, merasa tidak puas, lalu memutuskan untuk melakukan perubahan drastis dalam semalam. Rasanya ingin sekali berat badan turun 10 kg dalam seminggu. Akhirnya, saya terjebak dalam apa yang orang sebut sebagai diet ketat atau crash diet . Awalnya memang terlihat menjanjikan. Angka di timbangan turun cepat sekali. Tapi, setelah beberapa minggu, tubuh saya mulai protes. Ternyata, memotong kalori secara ekstrem bukan cuma soal menahan lapar. Ada harga mahal yang harus dibayar oleh kesehatan kita. Di artikel ini, saya ingin berbagi pengalaman dan riset mendalam tentang kenapa kamu harus berpikir dua kali sebelum melakukan diet ketat yang menyiksa. Apa Itu Diet Ketat Sebenarnya? Sebelum masuk ke risiko, mari kita samakan persepsi. Diet ketat yang saya maksud adalah pola makan yang: Memotong kalori di bawah batas minimal (biasanya di bawah 1.000 kalori per hari). Menghilangkan satu kelompok n...

Diet Tanpa Siksa: Rahasia Sehat untuk Semua Generasi (Biar Gak Cuma Jadi Wacana!)

Image
       Siapa bilang diet itu artinya cuma makan rebus-rebusan hambar atau menahan lapar seharian sampai emosi jadi tidak stabil? Seringkali, kita terjebak pada tren diet ekstrem yang menjanjikan hasil instan tapi justru bikin badan tumbang. Padahal, kunci diet yang aman—baik untuk remaja yang sedang masa pertumbuhan hingga lansia yang ingin menjaga kebugaran—adalah keseimbangan . Berikut adalah panduan praktis agar dietmu kali ini benar-benar berhasil dan tetap menyenangkan. 1. Fokus pada "Real Food", Bukan Makanan Kemasan Lupakan sejenak suplemen mahal yang klaimnya bisa membakar lemak dalam semalam. Tubuh kita butuh bahan bakar asli. Sayur dan Buah: Sumber serat utama agar pencernaan lancar. Protein Berkualitas: Telur, tempe, tahu, atau dada ayam untuk menjaga massa otot. Karbohidrat Kompleks: Pilih nasi merah, ubi, atau oat agar rasa kenyang bertahan lebih lama. 2. Aturan Hidrasi: Air Putih adalah Koentji Kadang otak kita salah mengartikan sinyal haus sebagai ...